Say Hallo

I Hope

Jumat, 11 Mei 2012

Kebudayaan Malaysia

 
 
 
 
Saat ini populasi penduduk Malaysia terdiri dari lebih 20 juta orang yang merupakan campuran dari berbagai negara. Lokasi Malaysia yang terletak diantara laut China Selatan dan Samudra Hindia telah membuat Malaysia menjadi tempat pertemuan para pedagang serta para turis mulai dari barat sampai timur. Jadi secara singkat dapat dijelaskan bahwa kebudayaan Malaysia merupakan kebudayaan yang multikultural serta multi ras yang terdiri dari kebudayaan asli Malaysia, kebudayaan China, kebudayaan India, serta kebudayaan dari negara - negara lain yang dibawa oleh penduduk yang saat ini menetap di Malaysia. 
 
Saat ini etnis yang menetap di Malaysia terdiri dari 32 % etnis China, 9% etbis India, serta 59% etnis Malaysia dan sisanya merupakan campuran dari penduduk negara-negara yang ada di dunia ini. Bahasa yang berlaku di Malaysia adalah bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa China, Bahasa Tamil, serta beberapa bahasa khas masing-masing suku di malaysia. Namun demikian, walaupun bahasa Melayu merupakan bahasa resmi negara, namun penggunaan bahasa Inggris lebih sering digunakan untuk kegiatan - kegiatan bisnis dan hampir semua mata pelajaran di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Untuk agama, Muslim merupakan agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Malaysia yang kemudian disusul dengan agama Buddha, Hindu, Kristen, dan Tao. 
 
Masyarakat Malaysia gemar membuat ukiran dan tenun. Adat Timur Malaysia dikenal dengan topeng kayunya. Sedangkan  arsitektur malaysia yang merupakan bagian dari kebudayaan malaysia terdiri dari perpaduan budaya Islam dan China yang sebenarnya dibawa oleh kolonis Eropa ke Malaysia. Sehingga ada kemiripan bentuk dan model arsitektur dengan model dan bentuk arsitektur di Thailand serta Indonesia. Kolonis Eropa lebih mengenalkan kaca, serta material yang lain yang hingga akhirnya mengubah konsep arsitektur Malaysia.
 
Dalam soal kebudayaan Malaysia dalam bentuk musik, adanya pengaruh yang besar dari India, China, Thailand, dan Indonesia membuat musik tradisional Malaysia yang berpusat di wilayah Kelantan - Pattani memiliki banyak kemiripan dengan negara - negara tersebut. Alat musik yang digunakan terdiri dari gendang, seruling, terompet, serta rebana. Musik - musik tradisonal Malaysia masih sering diperdengarkan pada acara - acara ulang tahun, acara tahunan sebuah perusahaan, sampai pada digunakan sebagai backsound pada saat dongeng - dongeng adat digelar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar